Senin, 16 Januari 2017

Tingkat kesulitan Soal UN meningkat tiap tahunnya.



#BahasUN
#Sukses2017



Tahun ini Ujian Nasional (Unas) menggunakan komposisi 20 persen soal dengan klasifikasi Higher Order Thinking (HOT) alias dengan kesulitan tinggi.
Persentase ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 10 – 15 persen per mata ujian.

Kasifikasi soal dengan pemikiran tingkat tinggi ini bukan berarti soal itu sulit atau mudah. Soal mudah dan sulit itu subyektif. Belum tentu soal yang mudah menurut guru, mudah juga menurut siswa.
“Kami sudah mengupayakan agar soal dengan klasifikasi HOT semakin banyak. 

Namun, itu juga tergantung mata pelajarannya. Karena tidak semua mapel bisa menggunakan soal semacam ini,” tutur Kabid Analisis dan Sistem Penelitian Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Suprananto saat dikonfirmasi, Selasa (23/2/2016).

Tidak semua mapel, lanjutnya, bisa menggunakan soal dengan klasifikasi ini (HOT). Beberapa yang memungkinkan adalah matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA.

“Kalau mau melihat soal itu mudah menurut siswa harus melalui riset. Misalnya 1.000 siswa mengerjakan 10 soal yang sama. Ternyata itu hampir semua hanya benar tiga. Berarti soal itu sulit untuk siswa,” katanya.

Menurut Suprananto soal HOT sebenarnya lebih cocok disebut soal penalaran. Sehingga soal jenis ini lebih cocok untuk jawaban uraian atau penugasan. Namun dalam Unas, soal-soal tersebut tetap dimodifikasi menjadi pilihan ganda.

“Misalnya soal matematika ditambah sama dengan berapa? Itu bukan soal HOT. Tapi ketika soal itu diceritakan dengan menggunakan contoh kehidupan sehari-hari baru itu dinamakan HOT,” tutur Suprananto.

[TribunNews - Road To PTN]

-lalu ryan

angger abiyyu

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar